Sabtu, Februari 26, 2011

Cerita Seorang Gadis Mualaf


JAKARTA - Silvia Lenteri, demikian kedua orang tuanya memberikan nama. Gadis keturunan Betawi-China ini terlahir dalam keluarga penganut Budha. Saat Silvia masih kecil, ibunya telah dipanggil Sang Pencipta. Sejak itu Silvia diasuh sementara oleh salah satu tantenya yang sudah menikah dengan seorang Muslim. Si tante juga memutuskan masuk islam.

Selama duduk di bangku sekolah dasar (SD) Silvia yang masih dalam pengasuhan tantenya dimasukkan ke Sekolah Dasar Negeri Cipayung 03 Pagi. Di sekolah umum itu hanya ada dua pilihan mata pelajaran agama, Islam dan Kristen.

“Sewaktu SD tidak ada pelajaran agama Budha, katanya. "Karena tante saya seorang Muslim, maka saya pun diminta untuk mengikuti mata pelajaran Agama Islam," tutur Silvia

Selama enam tahun mau tak mau Silvia musti mengikuti pelajaran Agama Islam. Namun saat itu Silvia menganggapnya sekedar mata pelajaran biasa. Setelah lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke bangku SMP, ia tetap pengikut Budha.

Silvia masuk ke salah satu SMP unggulan di Jakarta Timur. Ternyata di SMP, untuk mendapat nilai pelajaran agama ia harus mengikuti ujian bersama di salah satu wihara. "Saya meminta nilai dari panitia penyelenggara untuk diberikan kepada sekolah,” tutur remaja 20 tahun ini.

Namun, tak setiap saat, kata Silvia, wihara membuka kelas untuk ujian. Alhasil ia mengaku kerap memanipulasi nilainya. Caranya? "Orang yang berada di Wihara meminta saya menyebutkan angka yang saya mau untuk nilai Agama Budha, tanpa ujian," ungkap Silvia.

Situasi itu terus berlanjut, bahkan hinnga Silvia lulus dari bangku SMA. Begitu masuk perguruan tinggi, segala sesuatunya berbeda.

Di kampus ia mulai sering berinteraksi dengan banyak teman Muslim sebab mayoritas mahasiswa memang beragama Islam. Dari sanalah, hampir tiap hari ia mendengar kisah-kisah nabi zaman dahulu, kisah yang menurut dia menginspirasi dan luar biasa.

Saat berinteraksi, Silvia juga terkesan menyaksikan ketekunan teman-teman Muslimnya "Sahabat- sahabat saya di kampus semua beragama Islam dan sangat taat terhadap ajaran agama yang mereka anut. Itu yang membuat saya kagum dengan ke-Islaman mereka," kata Silvia.

Silvia mulai berdiskusi dan berbagi cerita dengan teman-teman Muslimnya dan timbulah rasa penasaran dalam benaknya terhadap Islam.

“Ayah saya jarang pergi beribadah ke wihara, hanya sesekali ia berdoa dengan membakar hio
(dupa) dirumah kami," tuturnya Silvia. "Berbeda dengan teman-teman Muslim saya, ketika mendengar kumandang adhzan mereka bergegas untuk beribadah” ujarnya.

Silvia banyak bertanya tentang ajaran-ajaran Islam kepada teman-temannya. "Mereka sangat terbuka ketika menjawab," ujar sulung dari tiga bersaudara ini.

Padahal sebelumnya, ia mengaku tak pernah terlintas sedikitpun keinginan untuk mempelajari Islam lebih dalam. Hati Silvia terbuka. Ia menemukan kebesaran Allah dan kebenaran ajaran agama Islam. Saat membandingkan dengan ajaran keyakinan lain, Silvia menilai ajaran Islamlah yang paling benar.

Pernyataan seorang teman bahwa dalam Agama Islam dilarang menyembah patung, karena patung tak bisa berbuat apa-apa, menyentuh kesadarannya bahwa Allah-lah yang Maha segalanya.

"Saya merasa pernyataan itu sangat benar. Tuhan itu tidak berwujud dan tidak dapat dilihat. Bodoh sekali orang yang berhari-hari menyembah patung yang jelas-jelas tidak dapat melakukan apa pun untuk mereka.” ujar Silvia.

Akhirnya, pada penghujung 2010, ia memutuskan memeluk Islam. Bagi Silvia itu adalah hidayah terbesar dalam hidupnya. Hanya disaksikan kedua sahabatnya, ia mengikrarkan dua kalimat syahadat di salah satu masjid kawasan Cijantung.

Beruntung sekali orang tua Silvia sangat demokratis. Ia diberi kebebasan penuh untuk memilih jalan hidupnya dan dianggap sudah dewasa untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatanya.

Silvia lega tak menemui halangan berarti untuk terus mempelajari agama barunya. “Alhamdulilah keluarga saya menghargai keputusan ini, jadi saya tidak perlu sembunyi- sembunyi menjalankan shalat dan membaca Al Qur'an di rumah," ungkapnya.

Namun sang adik menentang keinginan Silvia untuk mengenakan kerudung. "Menurut dia itu akan sangat mempermalukan kedua orang tua kami jika keluarga atau temannya melihat bahwa saya telah menjadi seorang muslim” tutur mahasiswa semester 6 itu. Ia pun memilih menahan diri.

Setelah memutuskan memeluk Islam, Silvia mulai belajar bacaan shalat dan menjalankan perintah Allah. Kini setiap hari ia membaca Al Qur'an beserta artinya.

Usai memeluk Islam, dilema pun tak luput ia alami. Rupanya Silvia sempat kesulitan menjauh dari keempat ekor anjir peliharanya. "Saya sangat sayang dengan mereka, tapi dalam Islam dilarang jadi saya harus membiasakan diri."

Ia berteguh hati karena termotivasi keinginannya yang besar untuk terus memperdalam ilmu agamanya. "Ke depan, Insya Allah saya akan mengenakan kerudung dan saya ingin sekali mendapat bimbingan dari seseorang yang benar-benar paham tentang Islam," kata Silvia.

Hingga kini Silvia mengaku hanya mempelajari Islam dari teman-teman kuliahnya. "Menurut saya itu masih kurang. Saya dan teman-teman saya juga masih perlu orang yang benar-benar kompeten dalam hal keagamaan." tegasnya.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/02/23/165641-melihat-ketaatan-sahabat-muslimnya-silvia-pun-terpikat-dengan-islam 
Sepertinya tidak ada kostum yang tidak akan dikenakan Lady GaGa. Setelah mencengangkan banyak orang dengan kostum daging di acara MTV VMA tahun lalu dan 'lahir dari telur' di Grammy Award tahun ini, rupanya GaGa tak kehabisan ide untuk membuat para fansnya melongo. Kali ini, sang penyanyi mengenakan kostum kondom!

Kostum kondom berbahan lateks ini spesial dikenakan GaGa ketika hadir dalam acara Good Morning America untuk mempromosikan 'safe sex'. Untuknya, GaGa pun berniat mengenakan kostum berbahan lateks sebagai representasi alat pengaman hubungan seks ini.


"Kostum yang kupakai hari ini terinspirasi dari kondom berbahan lateks karena kita di sini akan berbicara tentang seks yang aman. Aku benar-benar ingin, dari ujung kepala ke ujung kaki, menjadi representatif apa yang harusnya diketahui para wanita, yaitu HIV," ujar GaGa.

Kehadiran GaGa di acara ini juga dalam rangka mempromosikan produk lipstik keduanya dari M.A.C., Viva Glam, yang sebagian keuntungannya disalurkan untuk amal HIV/AIDS.



"Kami berhasil mengumpulkan USD$ 34 juta tahun lalu dan aku ingin meraih USD$ 50 juta tahun ini untuk AIDS, untuk menyelamatkan nyawa," lanjutnya.

Demi melihat penampilan GaGa dalam acara ini, ratusan fans berkumpul di depan Times Square Studio. Beberapa kabar bahkan menyebutkan bahwa mereka menunggu sampai 12 jam demi bertemu dengan GaGa. (spl/mae)


JAKARTA - Tas tangan yang dirilis brand Mouawad ini bukan tas tangan biasa. Tas tangan seharga Rp 34 miliar itu diklaim sebagai tas tangan termahal di dunia.

‘1001 Nighst Diamond Purse’ begitulah Mouawad menamakan produk terbarunya. Dilansir Daily Mail, tas tersebut berharga 2,35 juta poundsterling atau sekitar Rp 34 miliar.

Tas keluaran Mouawad itu terbuat dari emas 18 karat dan dihiasi 4.517 berlian. Berlian yang menghiasi tas tersebut terdiri dari, 105 berlian berwarna kuning, 56 berwarna pink dan 4.356 tidak berwarna. Berat berlian itu seluruhnya 381,92 karat.

Setidaknya butuh 10 seniman untuk membuat tas tersebut. Kesepuluh orang itu mengerjakan tas yang menurut Guinness World Records sebagai tas tangan termahal di dunia tersebut, selama 8.800 jam.

Tas tangan itu dipamerkan oleh Co-guardians of the House of Mouawad, Fred dan Pascal Mouawad, dalam Doha Jewellery and Watches Exhibition. ‘1001 Nights Diamond Pursue’ didesain oleh Robert Mouawad.

"Kreasi yang luar biasa ini adalah sebuah masterpiece unik. Bukan hanya satu-satunya tapi juga salah satu yang paling berharga di dunia," ujar Fred.

Perusahaan perhiasan Mouawad sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Victoria’s Secret merilis bra kelima termahal di dunia. Bra tersebut berhiaskan berlian seberat 70 karat dan berharga 6,8 juta poundsterling.

Mouawad didirikan pada 1890 oleh David Mouawad. Hingga saat ini banyak selebriti yang menyukai dan memakai perhiasan Mouawad, di antaranya Angelina Jolie, Nicole Kidman, Jennifer Lopez, Gisele Bundchen dan Mariah Carey. dtc

Fenomena "Api Terjun" Setinggi 600 meter



Melihat air terjun mungkin sudah hal biasa. Namun, bagaimana dengan "api terjun"? Inilah fenomena unik yang bisa dilihat di Horsetail Falls di Yosemite National Park, California. Api terjun itu terdapat di gugusan pegunungan Sierra Nevada, sebelah barat Danau Tahoe, memiliki ketinggian 2.000 kaki atau sekitar 600 meter.

"Api terjun" pada dasarnya merupakan air terjun, tetapi unik karena mendapatkan ekspos sinar matahari senja sehingga berkilauan kuning keemasan. Peristiwa ini sangat langka dan cuma beberapa hari dalam setahun, biasanya di bulan Februari, sinar matahari akan menyorot air terjun, menciptakan cahaya oranye bak api yang memukau.

Fenomena api terjun paling tepat disaksikan pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, cahaya matahari senja tepat menyinari batuan di sekitar air terjun. Di situlah keajaiban alam terjadi dan iluminasi natural tercipta. Namun, hal tersebut sulit disaksikan sebab memang merupakan salah satu fenomena alam yang paling jarang.

Josh Anon, warga San Fransisco, berhasil mengabadikan fenomena "api terjun" itu. "Jika jumlah air cukup dan langit cukup cerah untuk mendapat cahaya matahari senja, matahari akan ada pada sudut yang tepat untuk menyinari air dan membuatnya bersinar," katanya.

Ia mengatakan, sulit untuk mendapat kesempatan menyaksikannya. "Ketika surya mulai tenggelam, air bersinar sedikit dan berwarna kuning. Kemudian, secara tiba-tiba air bersinar dan tampak seperti lava," kata Anon.

Yosemite National Park yang merentang sepanjang 3.000 kilometer menarik 3,5 juta wisatawan tiap tahunnya. Api terjun adalah salah satu pesonanya. Api terjun bisa dicapai dengan mendaki ke arah utara Twin Bridge lewat rute 50 AS.

tempat wisata bugil

Berlibur ke puncak gunung atau taman bermain itu buat orang biasa. Untuk orang-orang yang ‘luar biasa’ berikut adalah daftar sepuluh tujuan wisata paling unik di 2011 yang baru saja diumumkan Hotelscombined. Tapi hati-hati, itu adalah cara berwisata dan tempat pelesir di mana orang berlibur tanpa selembar benang pun!
Pengunjung tempat wisata ini mayoritas berbugil ria
Pengunjung tempat wisata ini mayoritas berbugil ria
1. World Naked Bike Ride
Festival bersepeda telanjang ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan tiap 12 Maret. Festival ini dilakukan di setiap kota di berbagai negara. Orang yang mengikuti festival ini bisa bersepeda dalam keadaan bugil.
2. Mandi musim panas, Ooedo-Onsen-Monogatari, Tokyo, Jepang
Dalam acara pemandian musim panas di Ooedo-Onsen-Monogatari, Tokyo, Jepang, wisatawan dari berbagai negara bisa berendam sembari telanjang bulat di Onsen, air panas alami yang kaya mineral, yang merupakan bagian dari tradisi Jepang.
3. Festival seni menghias tubuh di Portschach am Worthersee, Austria
Fetival menghias tubuh di Portschach am Worthersee, Austria, dilakukan setiap tahun. World Body Painting Festival adalah festival seni lukis tubuh terbesar yang diselenggarakan dari 27 Juni hingga 3 Juli setiap tahunnya.
4. Kota telanjang di Perancis
Kota Cap d’Agde di Perancis juga disebut kota telanjang. Di kota ini Anda bebas untuk tidak mengenakan sehelai benang pun saat bepergian. Mengenakan pakaian bersifat opsional di kota ini. Kota ini juga dinobatkan sebagai ibukota dunia naturalisme.

5. Taman telanjang di Munich, Jerman

Englischer Garten, di Munich, Jerman merupakan taman di mana para pengunjungnya bisa bebas berjemur dalam keadaan bugil. Taman ini merupakan taman kota terbesar di Eropa dengan luas hampir empat kilometer persegi. Berjemur telanjang telah diizinkan di taman ini sejak tahun 1960-an.
6. Pantai telanjang
Pantai Haulover merupakan pantai di Miami, Florida, di mana orang bebas berbugil ria. Pantai ini mendapat izin khusus dari pemerintah Amerika Serikat di mana mengenakan pakaian dinyatakan bersifat opsional.
7. Kapal pesiar telanjang
Sebuah kapal pesiar di Split, Kroasia, milik perusahaan kapal Waterways menawarkan perjalanan sensasional, yaitu perjalanan delapan hari di kapal pesiar. Turis dibolehkan berseliweran telanjang dalam perjalanan ke pantai Dalmatian di Kroasia.