Sabtu, September 24, 2011


 Sampah raksasa dari satelit Upper Atmosphere Research Satelite (UARS) yang tengah menuju bumi kecil kemungkinan jatuh menghantam wilayah berpenduduk.
Badan Antariksa AS, NASA, mengungkapkan bahwa peluang UARS menghantam wilayah pemukiman warga adalah 1: 3.200. Hingga kini belum bisa dipastikan lokasi jatuhnya UARS.
Namun wilayah yang berpotensi dihujani kepingan bangkai satelit itu adalah seluruh kawasan di rentang 57 derajat lintang utara hingga 57 derajat lintang selatan. Indonesia yang berada dalam wilayah lintasan katulistiwa juga berpeluang kejatuhan UARS.
NASA menjelaskan, perbandingan satelit itu jatuh di wilayah tak berpenduduk lebih besar karena memperhitungkan luas wilayah daratan dan lautan serta kawasan gurun di bumi. Apalagi 70 persen wilayah dari rentang kawasan yang diperkirakan itu didominasi lautan.
Profesor astronomi dan astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, yang dihubungi Tribunnews.com memperkirakan UARS akan menghantam bumi pada rentang waktu Jumat (23/9/2011) tengah malam hingga 24 jam berikutnya.
"Kemungkinannya memang kecil tetapi perlu waspada. Maka itu Lapan terus memantau perkembangannya," ujar Thomas, Jumat pagi.
Thomas mengungkapan bahwa Lapan akan berkoordinasi dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika UARS dipastikan jatuh di Indonesia. Setelah itu BNPB berkoordinasi dengan jajaran di daerah.
Satelit berukuran panjang 10,6 meter dan diameter 4,5 meter itu semula berbobot 5,9 ton. Media di AS menggambarkan satelit yang tengah mendekati bumi tersebut seukuran bus kota. Menurut NASA, badan antariksa AS, saat menembus atmosfer bumi, UARS akan hancur berkeping-keping namun masih tersisa 26 keping total berbobot 532 kg.

Jumat, Juli 22, 2011

Pesona Jessica Alba Pakai Batik Indonesia

Batik indonesia di kenakan oleh selebritis Dunia




Yang Eksotis dari Borneo

Borneo telah lama dikenal dengan reputasinya sebagai mysterious secret garden. Pulau itu merupakan rumah dari berbagai flora dan fauna yang unik dan eksotis.







Senin, Mei 09, 2011

Madura Jadi Nama Mobil Lamborghini




INILAH.COM, London - Mahasiswa asal Universitas Munich fakultas Applied Sciences, Slavche Tanevsky, menampilkan desain mobil Lamborgini dengan nama Lamborghini Madura.

Ia mengaku mobil ini diambil dari nama pulau Madura yang terkenal dengan karapan sapinya. Desain mobil ini merupakan proyek kolaborasi antara desainer Lamborghini dan Audi yang diberi nama Raw Materials Project.

"Madura adalah proposal untuk mobil hybrid pertama Lamborghini yang dijadwalkan akan dirilis 2016. Mobil yang nantinya akan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan ini juga harus terlihat menarik dan tentu saja memiliki performa yang terbaik," ujar Tanevsky.

Jika dilihat dari desainnya, mobil ini memiliki penampilan yang lebih agresif dibandingkan Reventón dan Estoque. Wah, jadi nggak sabar nih lihat mobil ini akan diproduksi massal. Dan Pulau Madura yang ada di Indonesia bakal semakin populer dong! [Tom]


Sumber artikel dan gambar : inilah.com