Selasa, April 19, 2011

Band Asal Rusia ini Namanya " INDONESIA "


Satu bukti lagi bahwa negara kita ini ternyata sangat terkenal, bahkan sangat terkenalnya sampai-sampai sebuah grup Band asal Rusia memakai nama Indonesia pada Grup Bandnya. Indonesia – band ini didirikan di St-Petersburg di musim gugur 2007. Tujuan utama adalah untuk bermain musik dengan kualitas tinggi yang mengusung musik rock-pengaturan asli dan sempurna melodi. Ada aksen yang kuat pada kombinasi ahli barat klasik dan modern rock unsur suara progresif. Setelah bulan latihan dan demo rekaman suara-lagu «Pretty Colours» Indonesia secara rutin melakukan Show di berbagai klub di St-Petersburg dan Moskow. Band ini dinamakan Indonesia mungkin untuk menambah keunikan dan menemukan penggemarnya sendiri.




Band Members :
Coal – vocal, guitar
Santa – bass
Demian – guitar, soundscapes
Charlie – drums, percussions
Influences :
Dream Theater,Led Zeppelin, The Used, Nirvana, King Crimson,Queen,Iron Maiden, Muse, Aerosmith, Guns n Roses, Green Day, Glassjaw, Head Automatica, Refused,the mars volta,my chemical romance.
Sounds Like New Wave Rock!!!!!
Record Label info : http://www.dfmo.net/
Type of Label : Indie




Jumat, April 15, 2011

Awan Robot Untuk Piaa Dunia di Qatar


Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas pada saat Piala Dunia 2022 di negara Arab tersebut.

Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot mirip dengan struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium. Jumlah awan tersebut dipertahankan dengan mesin bertenaga matahari. Awan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton.

Video awan robot tersebut dapat dilihat di situs web BBC.




Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadium untuk memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah sebagai sumber listrik. Salah satu penggunaan listrik itu adalah untuk sistem pendingin.





Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat Celcius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. 

Pesawat Tempur Pertama Buatan Indonesia


Seperti apa sih pesawat KF-X ?



Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, Indonesia menjajaki pengembangan pesawat tempur generasi 4,5. “Kalau F-16 itu generasi ke 4, kalau F-35 buatan Amerika itu generasi 5, ini ditengah-tengahnya, Sukhoi itu masih generasi 4,” katanya di sela perhelatan Bandung Air Show
proyek pembuatan

Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).

pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.

penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan.diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak

spesifikasi

KFX Spec:

· Crew: 1

· Thrust: about 52,000lbs (F414 class x 2)

· Max Speed: about Mach 1.8

· Armament:

o M61 Vulcan

o AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)

o AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)

o 500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)

o JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)

o SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)

o Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM

o supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)

mengapa PT DI tidak membuat sendiri

Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara. Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu

(1) kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).

(2) Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.

(3) Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.

(4) Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.

(5) Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range

(6) Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth

Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.

Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagin untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri

Rabu, April 13, 2011


Fenomena halo Matahari kembali muncul di langit Padang, Rabu siang, 13 April 2011. Yang menarik, cincin Matahari terlihat tidak hanya selapis, tapi dua lapis. 


Pantauan VIVAnews.com, kemunculan halo Matahari kali ini tak menimbulkan kepanikan warga. Tak terdengar ada warga ribut-ribut mengaitkannya dengan bencana atau gempa. 

Meski demikian, kemunculan halo Matahari membuat kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika wilayah Maritim Teluk Bayur kebanjiran telepon. 

"Halo Matahari mulai terlihat sekitar 1 jam yang lalu, banyak warga dan sekolah yang menelepon menanyakan fenomena ini," kata Kepala BMKG Teluk Bayur, Padang, Amarizal kepadaVIVAnews.com, Rabu siang. 

Semua penelepon menanyakan hal yang sama: "Apakah ini pertanda bencana atau gempa," kata Amarizal. 

Dia menjelaskan, halo Matahari hanyalah fenomena alam biasa yang disebabkan proses penguapan yang menimbulkan butiran-butiran es. Butir es tersebut memantulkan cahaya Matahari hingga menimbulkan penampakan berupa cincin. "Ini hanya fenomena alam biasa yang terjadi saat langit cerah, tak ada hubungan dengan gempa," tegas Amarizal.

Penampakan halo Matahari terlihat beberapa kali di langit Padang. Pada Kamis 21 Oktober 2010, penampakan halo Matahari menimbulkan kepanikan warga. 

Sejumlah warga memilih mengungsi, menjauhi pantai, karena khawatir gempa besar datang. Kantor-kantor kosong, siswa dipulangkan awal dari sekolah. Saat itu, masyarakat mengaitkan halo Matahari dengan kemunculan fenomena serupa sehari pasca gempa 7,9 Skala Richter (SR) pada 30 September 2009.

Halo Matahari juga terlihat di angkasa Yogyakarta pada Selasa 4 Januari 2011. Warga tak resah dengan fenomena itu. Jatmiko misalnya, ia mengatakan, gempa besar di Yogyakarta tahun 2006 lalu, petandanya bukan halo Matahari melainkan awan Cirrus, awan yang berbentuk vertikal.